Rendi Solihin, Akui Rindu Dengan Masyarakat Desa Muara Pantuan Saat Agenda Safari Ramadhan ke Kecamatan Anggana

Dok.Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara, Rendi Solihin dalam agenda Safari Ramadhan

MEDIAKATA.COM, KUKAR – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menyerahkan sejumlah bantuan berupa perlengkapan ibadah pada Safari Ramadhan di Desa Muara Pantuan Kecamatan Anggana, beberapa waktu yang lalu.

Rendi Solihin baru-baru ini mulai melaksanakan Safari Ramadhan, dengan kunjungan pertama di Desa Muara Pantuan, yang kedepannya akan dilaksanakan di 20 kecamatan se Kukar.

Dalam sambutannya, ia mengaku sudah cukup lama tidak mampir ke Desa Muara Pantuan, ia pun cukup rindu dengan suasana dan masyarakat Desa Pantuan.

“Kurang lebih sudah satu tahun saya tidak ke Desa Pantuan, bukan karena tidak ingin ke sini, tapi lebih karena banyak agenda kegiatan di darat,” ungkap Wakil Bupati Kukar tersebut.

Sembari melakukan Safari Ramadhan, Rendi Solihin muga berbagi perlengkapan ibadah berupa ambal (3 rol), baju muslim laki-laki (10), baju muslim perempuan (10), buku yasin (10), buku Iqro (10, Al Quran (5), jam digital (1 unit), dan mukena (10).

Disamping itu, ia juga meninjau terhadap sejumlah proyek yang tengah berjalan di desa tersebut, seperti pengadaan air bersih. Air bersih merupakan salah satu perhatian besar Pemerintah Kabupaten Kukar, agar seouruh masyarakat dapat menikmati air bersih.

“Tadi sudah kami tinjau sejumlah titik, jadi kami ingin segera diuji cobakan, agar kita tahu apa kekurangannya,” imbuhnya.

Selain permasalahan air bersih, terdapat juga per,aslahan kelistrikan yang dengan sigap di tanggapi keluhannya oleh Wakil Bupati Kukar tersebut.

“Sedangkan untuk listrik, kita sudah komunikasikan dengan PLN, Insya Allah segera ada solusi, terlebih beberapa logistik PLN sudah masuk ke sini (Desa Muara Pantuan),” tuturnya.

Baca Juga :  Uji Tingkat Keaslian Pada Arsip

Disela-sela kesibukannya, Wakil Bupati Kukar menyempatkan berdialog dengan warga Desa Muara Pantuan dan mendengarkan segala keluh kesah para warga. Dalam dialog tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan tentang sendimentasi yang mengakibatkan pendangkalan di muara, mengakibatkan sulitnya akses keluar masuk nelayan yang hendak mencari ikan maupun aktivitas ke tambak.

Rendi menilai, persoalan pendangkalan di muara sebenarnya sudah ditangani, hanya sifatnya sementara dan hal ini menjadi bahan masukkan yang positif untuk Pemerintah Kabupaten Kukar.

[MII]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *