Soroti Dugaan Indikasi Virus Singapura, DPRD Balikpapan Ikut Berkomentar

Dok.Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, BALIKPAPAN – Virus Singapura diduga akan tersebar di Kota Beriman. Pasalnya, sebagai Kota transit, Balikpapan menjadi pintu gerbang utama masyarakat pendatang. Tak tinggal diam, Ketua DPRD Kota Balikpapan pun angkat bicara.

Flu Singapura atau yang dikenal dengan istilah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), belakangan ini menjadi topik hangat yang selalu diperbincangkan. Pasalnya, penyebaran virus tersebut kian mengalami peningkatan di sejumlah daerah di Indonesia.

Dilansir detik.com, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 5.461 warga Indonesia yang bertempat tinggal di Depok dan Banten terjangkit flu Singapura. Meski begitu, warga Kota Balikpapan di imbau untuk tetap waspada dengan menjaga kesehatan.

Menjelaskan kasus penyebaran virus singapura di Kota Minyak, Ketua DPRD Kota Balikpapan pun ikut berkomentar. Menurutnya, kejadian tersebut tidak asing baginya. Sebab, pada tahun 2023, penyebaran virus singapura di Balikpapan pernah ramai diperbincangkan.

Hanya saja, ungkapan di sosial media dan informasi yang beredar di masyarakat, tidak membuktikan kebenaran virus singapura telah menyebar di Kota Beriman.

“Informasi ini kan baru saja saya dengar lagi. Dan dirasa ini ya belum fix,” ungkapnya Abdulloh, Rabu (27/3/2024).

Menurutnya, meskipun informasi virus tersebut beredar di luar Kaltim. Balikpapan masih tergolong aman. Karena, hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar imbauan program antisipasi dan lainnya untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

“Kebenarannya ini sampai di mana, saya belum tahu persis. Jadi selama laporan pasti belum ada, Kota Balikpapan masih aman,” imbuhnya.

Abdulloh mengungkapkan, upaya antisipasi akan dilakukan pihaknya. Yakni, dengan cacatan penelusuran dan kebenaran informasi penyebaran virus singapura di Kota Beriman dapat dipastikan.

Baca Juga :  Gratispol Pendidikan Dibedah di HUT Arusbawah.co: Apa Kata Mahasiswa?

“Jelas, pastinya kami akan menelusuri terlebih dahulu sebelum menginformasikan kepada rakyat kota Balikpapan. Kalau serius, imbauan dan lainnya pasti segera dilakukan,” katanya.

Politisi Golkar itu pun menjelaskan, program pencegahan belum direncanakan pihaknya. Meski begitu, tindakan preventif seperti memahamkan, mengimbau, dan pencegahan kepada masyarakat dapat segera dilakukan Pemkot. Jika, Kota Balikpapan telah terindikasi virus HFMD benar adanya.

“Kevalidan informasi itu kan cuma ada di luar Balikpapan. Untuk sementara, karena ini tergolong baru, dan kami belum ada rencana. Tapi jika teman-teman Pemkot melihat ini peluang bencana, antisipasi pasti digelar,” bebernya.

Sebagai Ketua DPRD Balikpapan, dia pun mengimbau, agar masyarakat Kota Balikpapan dapat menjaga kesehatan tubuhnya, terlebih saat bulan Ramadan.

Selain itu juga, kondisi iklim yang berubah-ubah, dengan kondisi cuaca panas dan angin, dinilainya dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

“Selama kita masih dalam keadaan sehat, jaga kesehatan itu. Apalagi pada bulan Ramadan ini, cuaca juga berubah-ubah,” pungkasnya.

 

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *