MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong keterlibatan langsung generasi muda dalam upaya menekan angka kenakalan remaja. Langkah ini diiringi kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, dan para remaja sebagai bagian dari penyambutan bonus demografi.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk mencegah perilaku negatif di kalangan remaja.
Ia menyebut strategi yang bisa dilakukan meliputi penerapan jam malam bagi pelajar, penguatan pendidikan karakter di sekolah, hingga dukungan terhadap program kreatif yang digagas Dispora serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Sebagai upaya peningkatan SDM Kepemudaan, kami hadir di dalam kegiatan pemberdayaan ini, seperti melibatkan anak muda untuk menjadi relawan di kegiatan UMKM guna memberdayakan anak muda lebih kreatif di tingkat lokal sampai provinsi,” ucap Celni, Rabu (13/8/2025).
Selain itu, DPRD Samarinda juga mendorong pemasangan CCTV di lingkungan sekolah dan ruang publik. Langkah ini disertai kerja sama dengan BNN dan kepolisian untuk mengedukasi generasi muda terkait bahaya narkoba dan pergaulan bebas.
Menurut Celni, semua upaya tersebut adalah bentuk komitmen untuk melindungi sekaligus mengarahkan remaja ke arah yang produktif dan sehat. Namun, ia menegaskan keberhasilan program akan sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif para remaja itu sendiri.
“Program ini tentu lebih tepat sasaran jika semua gagasan juga datang dari remaja. Mereka tahu apa yang lagi dibutuhkan, jadi suara mereka juga harus kita dengar,” tegasnya.
Dengan harapan di masa mendatang, Celni berharap anak muda Samarinda lebih berani mengambil peran sebagai agen perubahan, bukan sekadar peserta.
“Kami berharap agar anak muda di Samarinda sendiri bisa bersuara, berkreasi, membangun komunitas yang positif, sehingga menularkan semangat pada lingkungan sekitarnya. Baik lewat gerakan sosial, budaya, atau kewirausahaan,” tutupnya
(Adv/SMD/Ys).*













