MEDIAKATA.COM, SAMARINDA –Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Samarinda dinilai membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat untuk mencapai target penurunan stunting nasional sebesar 18 persen pada 2025.
Menurutnya, program percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tidak akan berhasil jika hanya bergantung pada kebijakan pemerintah tanpa dukungan dari berbagai pihak.
“Ini bukti keterlibatan semua unsur masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Samarinda. Tidak bisa hanya mengandalkan program dari pemerintah, tetapi perlu peran aktif masyarakat dan dunia usaha,” ujar Sri Puji Astuti, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, penurunan angka stunting menjadi pekerjaan besar mengingat capaian tahun lalu masih berada di angka 20,3 persen, sementara target yang ditetapkan pemerintah pusat adalah turun menjadi 18 persen pada tahun ini.
Sri Puji juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi Kota Samarinda, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga persoalan gizi keluarga, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.
“Dengan berbagai problema sosial di Kota Samarinda, saya kira dengan adanya peran aktif seluruh elemen masyarakat, penurunan stunting bisa lebih cepat tercapai. Mudah-mudahan ini jadi langkah nyata menuju Samarinda sehat,” ungkapnya.
Melalui kerja bersama lintas sektor, DPRD Kota Samarinda berharap target nasional 18 persen bukan hanya menjadi angka, tetapi wujud nyata peningkatan kualitas hidup anak-anak di daerah ini menuju Indonesia Emas 2045.
(Adv/dprdsamarinda/Ya)*












