DTPHP Kutim Pastikan Pupuk Subsidi Hanya untuk Petani Terdata dan Memenuhi Persyaratan

Teks Foto : Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum/Ist

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa seluruh penyaluran pupuk subsidi dilakukan dengan mekanisme ketat untuk menjaga ketepatan sasaran. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) memperkuat pengawasan dengan memadukan pendataan SIM-Luhtan, keanggotaan kelompok tani, serta verifikasi lapangan oleh penyuluh.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut bahwa subsidi pupuk merupakan program yang harus disesuaikan dengan kebutuhan petani aktif.

“Pemerintah menyediakan pupuk, tetapi hanya untuk petani yang memenuhi syarat administrasi dan benar-benar menggarap lahan. Itu prinsipnya,” ujarnya.

Menurut Dyah, tanpa sistem tersebut, potensi penyimpangan seperti penjualan ilegal dan ketidakseimbangan distribusi akan semakin besar.

“Kalau tidak terkontrol, pupuk bisa saja berlebihan di satu desa tapi kurang di desa lain,” katanya.

Dyah menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan dengan menempatkan penyuluh sebagai verifikator lapangan. Mereka mengukur ulang luas lahan, memeriksa status keanggotaan kelompok tani, dan memastikan petani terdaftar pada SIM-Luhtan. Semua data kemudian dikompilasi untuk menentukan alokasi pupuk per kecamatan.

“Kami ingin data dan kondisi di lapangan sinkron. Itu kunci distribusi yang akurat,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah menggiatkan sosialisasi ke desa-desa agar petani memahami seluruh ketentuan program. Dyah menegaskan bahwa petani yang kesulitan mengurus administrasi akan dibantu.

“Kalau ada petani yang belum masuk sistem, penyuluh yang akan membimbing sampai tuntas. Tidak ada yang dibiarkan,” tegasnya.

Pemerintah Kutim menilai langkah ini penting mengingat kebutuhan pupuk meningkat menjelang musim tanam. Dyah juga menyebut bahwa mekanisme baru ini membantu meminimalkan peluang spekulan memanfaatkan celah distribusi.

“Kalau sistemnya transparan, penyimpangan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi penyaluran pupuk setiap musim tanam untuk menjaga stabilitas produksi pertanian di Kutim.

Baca Juga :  Camat Karangan Tegaskan Produksi Kakao Tetap Stabil, Pemerintah Diminta Perkuat Dukungan Teknis

(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *