MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjaga stabilitas beras SPHP memasuki tahap pengawasan yang lebih sistematis. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kini menempatkan SPHP sebagai komoditas strategis yang harus dijaga konsistensi suplai dan harganya, terutama menjelang libur akhir tahun.
Pola pengawasan kali ini berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Pemeriksaan tidak hanya menyasar harga, tetapi juga alur distribusi dan kepatuhan pedagang terhadap ketentuan penjualan. Disperindag mencatat pergerakan harga SPHP lima kilogram di rentang Rp62.000–65.000, masih berada di bawah HET dan tidak menunjukkan gejolak.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyebut kepatuhan pedagang cukup tinggi sejak tim gencar melakukan sosialisasi dan pemeriksaan lapangan.
“Ketika pedagang paham bahwa SPHP ini bukan produk bebas, mereka lebih tertib. Banyak yang menyampaikan bahwa SPHP selalu cepat terjual, jadi tidak ada dorongan untuk menaikkan harga,” katanya.
Dony juga menjelaskan bahwa sejumlah pedagang meminta tambahan pasokan karena konsumen kini cenderung memilih SPHP dibanding medium biasa.
Ia menuturkan bahwa pengawasan dilakukan dengan pendekatan yang lebih dialogis. Pemeriksaan kemasan, cek nomor batch, dan verifikasi bukti transaksi dilakukan untuk memastikan tidak ada pengemasan ulang.
“Kami tidak ingin ada celah. Kalau SPHP dijual sebagai premium, masyarakat akan dirugikan, dan tujuan stabilisasi harga menjadi hilang,” ujarnya.
Selain memantau pedagang, Disperindag berkordinasi dengan distributor untuk memastikan alur distribusi tidak terputus. Pada beberapa waktu lalu, suplai sempat terhambat sehingga pedagang menerima distribusi terbatas. Pengalaman itu menjadi dasar agar koordinasi kini dilakukan lebih ketat.
Menurut Disperindag, kestabilan SPHP bukan hanya soal menjaga harga, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik bahwa pemerintah hadir mengendalikan pangan pokok.
“Program ini justru menopang upaya pengendalian inflasi daerah. Kalau SPHP mampu tetap terjangkau, harga komoditas lain ikut terkendali,” ucap Dony. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).













