Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahDiskominfo Kukar

Bupati Kukar Tegaskan, Jaga Dan Kawal Investasi Pabrik Smelter Nikel PT. KFI Sangasanga Yang telah Diresmikan

94
×

Bupati Kukar Tegaskan, Jaga Dan Kawal Investasi Pabrik Smelter Nikel PT. KFI Sangasanga Yang telah Diresmikan

Sebarkan artikel ini
Teks Dok. Peresmian Pabrik Smelter Nikel tahap I milik PT. Kalimantan Ferro Industry (KFI)

MEDIAKATA.COM, KUKAR – Peresmian pabrik smelter nikel tahap I milik PT. Kalimantan Ferro Industry (KFI) di Kelurahan Pendingin Kecamatan Sangasanga, oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan didampingi langsung Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, pada Selasa (19/09/2023)

Bupati Edi Damansyah mengapresiasi jajaran PT.KFI yang telah mewujudkan komitmen berinvestasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Edi juga memastikan dijajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kukar akan terus mengawal investasi di Kukar, termasuk PT. KFI yang ada di Kelurahan Pendingin Sangasanga ini.

“Kita hadir pada kesempatan peresmian ini tentunya sebagai bentuk dukungan kepada PT. KFI ini agar kelanjutan rencana pabrik ini berjalan sesuai tahapan – tahapan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Peresmian ditandai penekanan tombol sirine oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Bupati Kukar Edi Damansyah dan jajaran PT. KFI.

Edi berharap khususnya kepada masyarakat Kelurahan Pendingin dan Sangasanga pada umumnya untuk mengawal keberadaan PT. KFI, karena investasinya tidak hanya memberikan kontribusi kepada negara, tetapi akan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi lokal di Kukar khususnya di Kecamatan Sangasanga.

“Untuk itu sekali lagi mari bersama-sama kita jaga dan kita kawal investasi ini, karena ini salah satu investasi yang keberadaan sangat kita idam – idamkan di Kukar,” ajak orang nomor satu di Kukar itu.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengungkapkan untuk saat ini proses produksi nikel di Kaltim masih tergolong mudah karena bahan baku berasal dari beberapa daerah di Indonesia.

[MII]

Isran Noor juga menjelaskan proses produksi nikel di PT KFI sudah maksimal akan menyerap tenaga pekerja bisa mencapai 10 hingga 15 ribu orang.

“Sebagian besar tenaga kerja yang direkrut dari tenaga lokal yang ada di sekitar perusahaan, lalu dari Balikpapan dan dari Indonesia keseluruhan,” ucap Gubernur Kalimantan Timur.

[MII]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *