Scroll untuk baca artikel
Disdikbud Kaltim

Penguatan Karakter Siswa Sangat Penting Dalam Kurikulum Merdeka

95
×

Penguatan Karakter Siswa Sangat Penting Dalam Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

Ket: Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan. (Hafif Nikolas/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Karakter peserta didik lebih diperkuat dalam kurikulum merdeka ini. Melalui pembelajaran berbasis proyek dengan fokus profil pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka memprioritaskan pengembangan karakter peserta didik sebagai landasan utama. Para siswa diberikan dorongan untuk memiliki karakter yang baik, termasuk sikap mental positif, tanggung jawab, kreativitas, dan kemampuan sosial yang baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Muhammad Kurniawan mengatakan kurikulum ini mengedepankan pembelajaran intrakurikuler yang beragam.

“Pembelajaran berbasis proyek telah menjadi inti dari upaya penguatan karakter ini. Melalui proyek-proyek yang relevan, siswa diajak untuk memecahkan masalah dunia nyata, berkolaborasi dengan teman-teman mereka, dan mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas,” kata Kurniawan, pada, Kamis (2/11/2023).

Namun, implementasi kurikulum ini tidak bisa berhasil tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak. Guru, sebagai agen utama dalam pendidikan, memainkan peran yang sangat vital.

“Mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada peserta didik, terutama dalam konteks interaksi mereka di masyarakat dan teknologi digital,” ujar Kurniawan.

Menurutnya, guru-guru perlu terus meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka untuk menghadapi perubahan tersebut. Termasuk, pemahaman yang lebih dalam tentang karakter peserta didik dan bagaimana melibatkan mereka dalam pembelajaran berbasis proyek yang memperkuat karakter.

Selain guru, partisipasi orang tua dan masyarakat juga penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

“Mereka dapat mendukung perkembangan karakter siswa di luar lingkungan sekolah, memastikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

(ADV/DISDIKBUD/EWI/TSN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *