Ket: Ilustrasi.
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim merancang kurikulum Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memasuki jenjang SMA LB dengan pendekatan mirip Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebanyak 60 persen dari kurikulum tersebut didedikasikan untuk pendidikan keterampilan dan vokasi.
Keputusan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa disabilitas secara lebih efektif dan terarah dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan fokus pada keterampilan praktis, mereka diarahkan untuk mengembangkan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Pengawas Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltim, Sapi’i menekankan bahwa persiapan terkait pendidikan anak disabilitas telah dilakukan secara matang.
“Ini merupakan bagian dari usaha kami dalam mempersiapkan anak-anak disabilitas untuk menjadi lebih siap dalam dunia kerja,” ujar Sapi’i.
Salah satunya, kerjasama antara sekolah dengan instansi baik negeri maupun swasta telah terbukti sukses. Hal ini tercermin dari keberhasilan beberapa anak disabilitas yang telah mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, seperti di supermarket dan bidang lainnya.
“Artinya kita sudah kerjasama antar sekolah dengan instansi negeri maupun swasta perihal anak disablitas ini, dan sampai sekarang sudah berjalan, bahkan sudah ada yang kerja di supermarket dan segala macam,” tuturnya.
Menurutnya, upaya Disdikbud Kaltim dalam memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak disabilitas untuk meraih kesuksesan di dunia kerja.
“Harapannya, dengan pendekatan pendidikan keterampilan dan vokasi yang ditekankan, anak-anak disabilitas akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan di masa depan,” tutupnya.
[ADV/DISDIKBUD/TSN]













