Ilustrasi Kasus Stunting. (Ist)
MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dalam upaya pencegahan kasus stunting, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kalimantan Timur (Kaltim), mengajak seluruh sekolah di Benua Etam untuk mengambil langkah bentuk Komunitas Pencegahan Stunting.
Langkah inovatif SMA 2 Balikpapan telah menarik perhatian Disdikbud Kaltim sebagai contoh yang patut diikuti untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan stunting.
Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah mengatakan, langkah positif yang diambil oleh SMA 2 Balikpapan adalah bukti nyata bahwa pencegahan stunting harus menjadi agenda bersama bagi setiap sekolah.
“Sejak tahun 2022 SMA 2 Balikpapan bentuk tim pencegahan stunting, dan luar biasanya mereka mendapatkan penghargaan atas hal itu,” ujar Siti Aminah, Kamis (07/12/2023)
Dirinya mengungkapkan, dalam upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendorong setiap sekolah untuk membangun komunitas pencegahan stunting, memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat, baik itu di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
“Untuk itu, Kami mengajak seluruh sekolah di Kaltim untuk mengikuti langkah yang telah ditempuh oleh SMA 2 Balikpapan dalam membentuk komunitas pencegahan stunting,” tuturnya.
Dia berharap, lebih banyak sekolah di Kaltim yang akan segera mengikuti jejak positif yang ditempuh oleh SMA 2 Balikpapan, dalam upaya pencegahan stunting.
“SMA 2 Balikpapan menjadi percontohan bagi setiap sekolah yang berada di wilayah Kalimantan Timur, dalam upaya lakukan pencegahan stunting,” pungkasnya.
[ADV/DISDIKBUD/TSN]












