Dishub Samarinda Ancam Blokir Fuel Card BBM Subsidi Bagi Kendaraan Tak Uji KIR

Dok.Ilustrasi kendaraan angkutan barang. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memberikan sanksi serius terhadap kendaraan angkutan yang tidak menjalani uji Kendaraan Bermotor (KIR). Meski biaya retribusi uji KIR telah dihapuskan, Dishub menegaskan tetap ada kewajiban pemilik kendaraan untuk menjalani pemeriksaan secara berkala.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi harga bahan bakar, penerapan sistem penggunaan fuel card semakin mendapat sorotan sebagai solusi strategis distribusi bahan bakar. Tak terkecuali, angkutan barang sekalipun.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengungkapkan, fuel card yang merupakan syarat untuk memperoleh BBM bersubsidi di SPBU, juga mesti memperhatikan regulasi.

Ia menjelaskan, apabila dengan penggunaan fuel card tersebut ditemukannya kendaraan angkutan barang yang belum melakukan uji KIR, sebagaimana itu merupakan kriteria dan syaratnya. Maka fuel card BBM subsidi mereka akan segera diblokir.

“Jadi ketika sidak di SPBU nanti, jika ada kendaraan angkutan barang yang mengisi BBM namun uji KIR-nya tidak dilakukan, maka kami akan tetap melakukan pemblokiran pada fuel card-nya,” jelasnya Hotmarulitua Manalu, Sabtu (6/1/2024).

Menurutnya, penggunaan fuel card yang diterapkan, sangat berguna untuk memastikan pendistribusian BBM subsidi di Kota Tepian berjalan sesuai target.

“Ini menjadi penting supaya Samarinda bisa menjaga kuota BBM sampai 2024 akhir,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan perlu adanya pengawasan terhadap kuota BBM subsidi yang tersedia hingga akhir tahun 2024. Hal itu dirasa penting, sebab BBM merupakan kebutuhan umum dan vital masyarakat untuk ketersediaan memperolehnya.

Ia pun berharap, agar BPH Migas segera memberikan informasi lebih lanjut terkait kuota minyak yang ada. Sehingga, pihaknya dapat menyusun strategj guna mengendalikan, mendistribusikan, dan mengantisipasi kekurangannya dengan efektif.

Baca Juga :  Terciduk Jualan Terpal Impor, Kantor Imigrasi Samarinda Tahan 8 WNA Asal Vietnam

“Kuota BBM subsidi termasuk elpiji. Jika kuotanya menurun, maka kita harus semakin ketat dalam melakukan pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi tersebut,” pungkasnya Manalu, menggarisbawahi urgensi menjaga ketersediaan BBM subsidi di Samarinda.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *