Kelangkaan Elpiji 3 Kg Di Samarinda Picu Kenaikan Harga, Pemkot Dan Pertamina Ambil Tindakan

Dok.Tumpukan Gas Elpiji 3 Kg di Warung. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas berkolaborasi, guna mengatasi persoalan kelangkaan gas melon di Kota Tepian. Pasalnya, sebagai kebutuhan, hal itu menyulitkan banyak orang, sehingga masyarakat pun resah dengan melonjaknya harga elpiji 3 kg tersebut.

Selama beberapa pekan terakhir, masyarakat di Kota Samatinda mengalami kesulitan akibat kelangkaan gas melon.
Kelangkaan tersebut dinilai dapat menyebabkan berbagai dampak negatif yang dirasakan oleh konsumen sebagai kebutuhan sehari-hari.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Samarinda Fachri Anshari mengungkapkan, bahwa kelangkaan tabung melon diperkirakan disebabkan oleh kebocoran kuota yang diberikan kepada pedagang eceran.

Fachri Anshari menuturkan, salah satu penyebab kelangkaan tabung melon dapat berasal dari mekanisme penyaluran yang terhenti pada hari libur atau tanggal merah.

“Makanya kemarin pemkot meminta penambahan kuota yang disetujui sekitar 30.800 tabung. Kemungkinan dari tabung-tabung yang tidak disalurkan ketika waktu libur,” ungkapnya, Kamis (11/1/2024).

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menjelaskan, bahwa penyaluran tabung gas subsidi, nantinya akan difokuskan pada keluarga miskin atau yang termasuk dalam kategori penerima manfaat (KPM). Terlebih, perlu adanya penekanan bahwa pembelian di pangkalan akan melibatkan verifikasi data, seperti menyerahkan bukti KTP, sebagai bentuk verifikasi distribusi.

“Pembelian di pangkalan nantinya akan menggunakan data, atau menyerahkan bukti KTP,” jelasnya.

Ia melanjutkan, bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penyandingan data antara data warga miskin dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda dengan data milik Pertamina.

Menurutnya, dengan upaya tersebut, pihaknya bertujuan agar penyaluran tabung melon terfokus pada warga yang memenuhi kriteria KPM.

“Tabung elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM. Ke depan akan diperketat penyalurannya. Bagi warga mampu bisa membeli tabung elpiji non subsidi,” tegasnya.

Baca Juga :  Jumlah KPPS Penuni Target, KPU Harap Ada Sinergitas Antara Kaum Muda Dan Tua

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, dan CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, menjelaskan bahwa saat ini terjadi peningkatan konsumsi elpiji 3 kg setelah libur Natal dan tahun baru.

Berdasarkan data yang ada, sejak pertanggal 2–7 Januari 2024, sebanyak 449 MT (metrik ton), sekitar 89 MT per hari atau sekitar 29.900 tabung per hari, telah didistribukan pihaknya.

“Saat ini memang terjadi trend peningkatan konsumsi elpiji 3 kg pasca libur Natal dan tahun baru (Nataru). Selain itu, di pembelian di pangkalan resmi PT Pertamina Patra Niaga diwajibkan daftar menggunakan KTP sesuai dengan kebijakan pemerintah terbaru per 1 Januari 2024 kemarin,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia menuturkan, guna mengantisipasi persoalan tersebut, Pertamina telah menyiapkan tambahan penyaluran sebanyak 4 persen atau sekitar 30.800 tabung untuk periode 9–12 Januari 2024.

Selain itu, pangkalan resmi pun diwajibkan untuk menyediakan elpiji non-subsidi sebagai substitusi, jika terjadi kendala stok elpiji 3 kg subsidi nantinya.

Ia pun mengimbau, agar mitra pangkalan resmi Pertamina untuk selalu waspada dalam menyediakan elpiji kepada masyarakat.

Dwicandra pun menjanjikan, akan memberikan sanksi hingga pemutusan hubungan usaha, jika ditemukan kelalaian di pangkalan resmi.

“Kami mohon informasi dari masyarakat untuk menghubungi kontak Pertamina 135 untuk melaporkan kendala stok elpiji 3 kg di lapangan,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *