Sistem Peringatan Dini Inflasi Berbasis Data Di Ciptakan, TPID Kaltim : Guna Hadapi Tantangan 2024

Dok.Ilustrasi inflasi yang meroket. (Ist)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) guna mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) Inflasi. Diketahui sistem tersebut akan menggunakan data harga pangan strategis sebagai upaya antisipasi terhadap tingginya inflasi yang diperkirakan terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2024, terutama pada kemoditas makanan, minuman, dan tembakau.

Peningkatan signifikan inflasi di daerah dapat mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Pasalnya, dampak tersebut akan terasa di sektor ekonomi masyarakat. Di mana harga barang dan layanan naik secara tajam.

Diketahui, inflasi Kaltim pada tahun 2023 telah mencapai 3,46 persen, terlihat lebih jangkung daripada 2,61 persen besaran nilai rata-rata nasional. Oleh karenanya, peningkatan tersebut dapat memicu kekhawatiran daya beli masyarakat yang semakin tergerus.

Namun, dalam menghadapi tantangan ekonomi, sudah semestinya langkah-langkah strategis mulai diupayakan. Disinilah sistem EWS hadir guna menjawab persoalan tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto menjelaskan, bahwa EWS Inflasi akan memanfaatkan data harga harian dari 11 komoditas pangan yang signifikan dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, LPG, ikan layang, dan daging sapi.

Dengan adanya sistem tersebut, menurutnya, EWS Inflasi hadir, bertujuan untuk memanfaatkan data dan informasi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dan Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (Laminetam). Hal itu digunakan sebagai salah satu upaya dalam menentukan keputusan yang tepat guna menanggulangi inflasi daerah.

“Kami mengembangkan EWS Inflasi berupa ambang batas/threshold perubahan harga yang dapat menjadi acuan objektif bagi seluruh anggota TPID untuk melakukan upaya pengendalian inflasi,” jelasnya, Senin (15/1/2024).

Baca Juga :  Paslon Prabowo - Gibran Unggul Di Kaltim, Pengamat Unmul Sebut Di Dominiasi Reputasi

Dengan menggunakan metode Vector Autoregressive (VAR), lanjutnya, EWS Inflasi dapat menghitung threshold kenaikan harga tiap komoditas yang bisa mempengaruhi inflasi di atas 5 persen.

“Dengan EWS Inflasi ini, kami dapat menghitung threshold kenaikan harga tiap komoditas yang dapat menyebabkan inflasi di atas target 5 persen,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, jika harga komoditas melebihi threshold, pihak TPID dapat segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga, seperti intervensi pasar atau kebijakan lainnya yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Budi pun menegaskan, perlu adanya keseriusan dalam memantau komoditas pangan yang masuk kategori threshold 20 persen atau extensive margin, yakni saat komoditas pertama kali melebihi threshold, dan komoditas yang sudah melebihi threshold 50 persen.

“Setiap penambahan satu komoditas yang melebihi threshold 50 persen akan meningkatkan kemungkinan inflasi makanan di atas 5 persen sebesar 23,7 persen. Sedangkan setiap penambahan satu komoditas yang melebihi threshold 20 persen akan meningkatkan kemungkinan inflasi makanan di atas 5 persen sebesar 13,2 persen,” urainya Budi.

Kepala Kantor PWBI Kaltim itu menuturkan, EWS Inflasi juga telah diuji keandalannya melalui robustness check dan regresi probit, dan hasilnya dinilai cukup akurat dalam memprediksi inflasi daerah.

Budi berharap bahwa EWS Inflasi akan menjadi instrumen yang efektif dan efisien dalam mengendalikan inflasi di Kaltim, khususnya pada komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Bahaya inflasi di Kaltim harus diatasi dengan kerjasama semua pihak agar stabilitas ekonomi dapat dipulihkan,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *