- Dok.Agenda Pajak Bertutur 2024
MEDIAKATA.COM, KUKAR – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tenggarong bersama SMK Negeri 2 Tenggarong menggelar kegiatan Pajak Bertutur (PATUR) dalam rangka mengkampanyekan program inklusi kesadaran pajak di kalangan generasi muda. Acara yang dilangsungkan pada Rabu ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pajak bagi pembangunan negeri.
Pajak Bertutur merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), di mana para pegawai DJP memberikan edukasi tentang nilai-nilai kesadaran pajak kepada siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan menanamkan pemahaman bahwa pajak adalah pilar utama pembangunan.
Dengan tema “Lampaui Batas, Bersatu untuk Indonesia Emas” dan tagline “Pajak Bertutur 2024: Sehari Mengenal Selamanya Bangga,” acara di SMKN 2 Tenggarong diikuti oleh 30 siswa dan siswi. Key message “Pajak Wujudkan Cita-Citaku” menjadi inti dari penyampaian dalam kegiatan tersebut.
Herli Edi Nugraha, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Tenggarong, mewakili Kepala Sekolah, menyampaikan terima kasih kepada DJP, khususnya KPP Pratama Tenggarong, atas kepercayaannya memilih sekolah mereka sebagai tempat pelaksanaan Pajak Bertutur tahun ini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, murid-murid dapat mengetahui arti penting pajak bagi pembangunan nasional, khususnya untuk membangun generasi muda penerus bangsa melalui pendidikan yang baik dan berkualitas,” ujarnya.
Kontribusi pajak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat signifikan, mencapai lebih dari 75%. Oleh karena itu, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga negara, serta membangun karakter generasi muda. Terlebih lagi, suksesnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur juga sangat bergantung pada penerimaan pajak yang optimal.
Kepala KPP Pratama Tenggarong, Wahyu Kristianto, dalam sambutannya menegaskan visi pihaknya untuk mewujudkan generasi muda yang memiliki karakter cinta tanah air dan bela negara, serta menjadikan kesadaran pajak sebagai nilai budaya bangsa yang harus ditanamkan dari generasi ke generasi.
“Dengan demikian, pembangunan nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat terus berlangsung karena tersedia anggaran yang cukup dalam APBN,” jelasnya.
Wahyu Kristianto juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak sekolah yang bersedia menjadi tempat pelaksanaan Pajak Bertutur.
“Saya berdoa semoga sekolahnya semakin maju dan berkembang, siswa dan siswinya sukses dalam menggapai cita-citanya, amin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan pentingnya sinergi seluruh komponen bangsa dalam mengelola APBN agar tepat sasaran dan berfungsi dalam alokasi, distribusi, serta stabilisasi. Harapannya, realisasi penerimaan pajak ke depan semakin menunjukkan tren positif sehingga pembiayaan dari APBN dapat terpenuhi. Hal ini akan berujung pada peningkatan fasilitas pendidikan, dana bantuan operasional sekolah, kesehatan, dan lainnya, yang pada akhirnya akan membawa kemajuan bangsa dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
[MII]












