Sidak Pasar Induk Sangatta Berikan Data Baru untuk Evaluasi Pola Distribusi Pangan Daerah

Teks Foto : Situasi sidak oleh Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani/Ist.

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Pemeriksaan mendadak Pemerintah Kutai Timur (Kutim) di Pasar Induk Sangatta pada 13 November 2025 berfungsi lebih dari sekadar pengecekan kepatuhan pedagang. Sidak tersebut menjadi instrumen pengumpulan data lapangan untuk membaca struktur perdagangan harian dan potensi pergeseran alur logistik pangan di wilayah itu.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa pemetaan pasar membutuhkan data yang tidak dipengaruhi persiapan pedagang.

“Karena itu kami tidak membuat pemberitahuan. Jika pedagang sudah bersiap, kami hanya melihat pasar versi ideal. Yang kami perlukan adalah realitasnya,” katanya.

Nora menegaskan bahwa pendekatan itu memungkinkan pemerintah mengidentifikasi tren yang tidak terlihat dalam laporan administrasi.

Tim melakukan observasi menyeluruh mulai dari penataan stok, keteraturan catatan keluar–masuk barang, hingga ritme pengiriman distributor. Pada lapak sembako, catatan manual yang diperlihatkan pedagang memperlihatkan pola distribusi yang cenderung stabil. Tidak ada kenaikan stok yang tidak wajar, juga tidak ada penurunan drastis yang biasa terjadi saat pedagang menahan barang.

Pemeriksaan toko ritel memberikan data tambahan. Banyak pedagang mulai menerapkan sistem rotasi produk berdasarkan masa edar, sebuah praktik yang beberapa tahun lalu belum menjadi kebiasaan umum.

“Perubahan semacam ini menunjukkan efek dari pengawasan rutin yang dilakukan dua tahun terakhir,” ujar Nora.

Pada bagian lain, sidak menemukan bahwa relasi pedagang–distributor berjalan dalam batas pasar normal. Tidak ada pengiriman yang terputus, tidak ada permintaan penahanan barang, dan tidak ada gejala spekulasi harga pada komoditas strategis. Meskipun tidak ditemukan pelanggaran, data yang terkumpul menjadi dasar evaluasi lanjutan.

“Bagi kami, sidak adalah metode observasi. Temuan-temuan ini akan dipakai untuk merancang penguatan tata niaga, bukan sekadar menutup pelanggaran,” ujar Nora.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus menggunakan sidak spontan untuk menjaga integritas kebijakan perdagangan daerah.

Baca Juga :  Alsintan Gerakkan Produktivitas, Kutim Berhasil Capai Tiga Kali Tanam Padi dalam Setahun

(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Penulis: ZeinEditor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *