Pembinaan Biliar Kutim Berubah Arah: Fourty Five Biliar Jadi Pusat Regenerasi Berbasis Kemitraan

Tesk Foto : Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan dan jajaran Pemkab Kutai Timur/ist.

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Transformasi pembinaan atlet biliar di Kutai Timur (Kutim) memasuki fase baru seiring beroperasinya venue Fourty Five Biliar yang langsung menjadi lokasi penyelenggaraan Sangatta Open Handicap 2025. Perubahan ini menandai pergeseran strategi pembinaan dari yang sebelumnya tersentral pada event tahunan menuju model berbasis fasilitas dan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan bahwa pembinaan yang mengandalkan event musiman tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan regenerasi atlet.

“Venue seperti Fourty Five Biliar memungkinkan proses pembinaan terjadi sepanjang tahun. Makanya kita sambut baik, sebab ketersediaan fasilitas menjadi faktor yang sering terabaikan dalam diskusi pembinaan olahraga,” tuturnya.

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menambahkan bahwa cabang biliar memiliki tradisi prestasi yang harus dijaga.

“Saya lihat, turnamen Sangatta Open bisa menjadi instrumen pemetaan bakat untuk kebutuhan Pra Porprov mendatang. Data penampilan atlet selama turnamen akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua POBSI Kutim, Narto Bulang, menekankan keterkaitan langsung antara regulasi batas usia maksimal 30 tahun dengan urgensi regenerasi. Ia menjelaskan bahwa perubahan regulasi memaksa daerah mengevaluasi ulang metode pembinaan, terutama untuk kelompok usia 14–20 tahun.

Dari sisi teknis, pelatih Bambang menjelaskan bahwa format sistem gugur memberikan gambaran nyata tingkat kesiapan pemain muda. Ia menyebut hadiah Rp245 juta bukan hanya pemikat, tetapi juga strategi meningkatkan kualitas kompetisi lokal.

“Kalau tempatnya bagus, anak-anak akan belajar lebih cepat,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *