MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim) mempercepat peningkatan produktivitas pertanian setelah menerima bantuan alsintan besar berupa 12 traktor roda empat, mesin tanam, combine harvester, dan drone penyemprot. Semua alsintan telah didistribusikan ke brigade pangan dan kelompok tani.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, memastikan seluruh bantuan digunakan untuk menekan waktu olah lahan dan panen. “Traktor modern mempersingkat olah tanah dari tiga hari menjadi tiga jam. Ini percepatan yang begitu signifikan,” ujarnya.
Mesin panen combine harvester juga menghasilkan efisiensi besar. “Combine tidak hanya cepat, tetapi juga menekan kehilangan hasil panen. Petani bisa panen lebih bersih dan terukur,” jelas Dyah.
Sementara itu, drone penyemprot yang digunakan kelompok tani mampu menyelesaikan satu hektare lahan hanya dalam sepuluh menit. “Efisiensinya tinggi dan lebih aman bagi petani karena mereka tidak perlu terpapar bahan kimia secara langsung,” tuturnya.
Dyah mengatakan bahwa alsintan modern tersebut mendukung penerapan tanam tiga kali setahun di beberapa wilayah Kutim. “Kecepatan ini memungkinkan jeda tanam lebih pendek. Ini berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas,” tegasnya.
Pemerintah memastikan pelatihan operator terus berjalan untuk menjaga kualitas penggunaan alsintan. “Alat ini harus digunakan dan dirawat secara profesional. Itu sebabnya kami menyiapkan pelatihan bagi operator brigade,” katanya.
DTPHP menargetkan peningkatan produksi lokal dalam dua tahun ke depan. “Dengan alsintan lengkap, peluang peningkatan produksi semakin besar,” pungkas Dyah. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).












