Bupati Kutim Intensifkan Koordinasi dengan Kemenkeu untuk Redam Dampak Tekanan Ekonomi Global

Teks Foto : Bupati Kabupaten Kutai Timutr Ardiansyah/Ist.

MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghidupkan jalur koordinasi cepat dengan pemerintah pusat untuk mengantisipasi tekanan ekonomi global yang mulai memberi efek berantai pada fiskal daerah. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, sebagai upaya memastikan setiap kebijakan daerah berada pada jalur yang selaras dengan arah fiskal nasional.

Ardiansyah menjelaskan bahwa komunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kini dilakukan lebih intens, terutama menyangkut penyesuaian kebijakan anggaran 2025 dan 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan kepastian arahan fiskal agar bisa mengambil keputusan yang tepat di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif.

“Kami berusaha menjaga ritme fiskal tetap stabil dengan berkoordinasi langsung dengan Kemenkeu. Banyak hal yang perlu disesuaikan agar belanja daerah tetap efektif,” ujarnya.

Menurutnya, daerah dengan struktur ekonomi yang bergantung pada beberapa komoditas, termasuk Kutim, sangat rentan terhadap gejolak harga global. Karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui transfer dana, penyesuaian regulasi, hingga evaluasi APBD menjadi krusial.

“Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Sinkronisasi kebijakan pusat–daerah itu sangat menentukan, apalagi ketika pasar global sedang tidak pasti,” tambahnya.

Ardiansyah mengakui bahwa langkah serupa juga dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah lain. Banyak kepala daerah memilih untuk aktif berkonsultasi agar proses rekonsiliasi anggaran berjalan terkendali. Ia mengatakan, pola koordinasi itu bukan menunjukkan ketergantungan, melainkan bentuk kewaspadaan untuk memastikan ruang fiskal tetap aman.

“Kalau daerah terlalu percaya diri tanpa menyesuaikan arah nasional, dampaknya bisa terasa langsung pada masyarakat. Kami tidak ingin itu terjadi,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas jangka pendek, koordinasi intensif ini juga dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperbaiki ketahanan fiskal daerah. Ardiansyah menyebut bahwa Kutim perlu memperkuat struktur penerimaan lokal dan efisiensi belanja agar tidak mudah terpengaruh gejolak global.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Gelar Pangan Murah Bantu Warga Rentan Hadapi Lonjakan Belanja Nataru

“Kami sedang menyiapkan pondasi, supaya apa pun kondisi ekonomi global, daerah tetap bisa bertahan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah optimistis kondisi ekonomi nasional akan mulai mengarah pada stabilisasi tahun depan.

“Turbulensi mungkin belum hilang sepenuhnya, tetapi tekanan diperkirakan tidak seberat tahun ini. Yang penting, kami menjaga konsistensi kebijakan dan tidak mengambil langkah tergesa-gesa,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).

Editor: Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *