MEDIAKATA.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat seluruh rantai distribusi pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan ritme pemantauan yang lebih intensif. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat pada akhir tahun serta memastikan distribusi barang tidak terganggu meski pola konsumsi meningkat tajam di minggu-minggu terakhir Desember.
Menurut Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, skema stabilisasi stok mulai digerakkan sejak awal Oktober dengan menghitung ulang kebutuhan dasar daerah, memetakan distributor prioritas, serta mengamankan jadwal pengiriman dari luar Kaltim.
“Kami memperhitungkan semuanya lebih awal kapasitas gudang, proyeksi permintaan, sampai jadwal kapal. Rantai distribusi tidak boleh putus menjelang Nataru,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pola tahun sebelumnya menjadi pembanding utama untuk menghitung lonjakan permintaan tahun ini.
Dony menjelaskan bahwa beras SPHP menjadi komoditas inti dalam strategi pemerintah karena selalu menjadi acuan harga di pasar. Ia menegaskan bahwa stok penyangga tersebut aman hingga awal Januari.
“Kami tidak bisa membiarkan celah sedikit pun pada komoditas ini. Kalau SPHP terganggu, harga lain ikut bergerak,” katanya.
Ia menjelaskan lebih jauh bahwa tim pengawasan juga menelusuri pergerakan stok di setiap gudang distributor untuk memastikan tidak ada perlambatan pasokan.
Selain beras, minyak goreng dan gula berada dalam pengawasan ketat. Setiap distributor diwajibkan melaporkan data stok keluar-masuk harian untuk membaca potensi kekosongan lebih cepat. Dony menyebut laporan harian itu menjadi basis Disperindag menggerakkan tim sidak bersama Satgas Pangan Polres Kutim.
“Kami turun tanpa pemberitahuan. Tujuannya agar data di lapangan benar-benar faktual, bukan sekadar laporan di atas kertas,” ujarnya.
Harga pangan diprediksi tetap stabil meskipun kemungkinan kenaikan minor tetap ada. Dony menilai kenaikan wajar tersebut tidak akan mengganggu masyarakat selama stok aman.
“Yang membuat harga melonjak adalah kekosongan. Selama stok terkendali, fluktuasi kecil masih normal,” ungkapnya.
Dengan seluruh mekanisme itu, pemerintah optimistis perayaan Nataru tahun ini tidak akan dibayangi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan dan stabilitas harga pangan. (ADV/Diskominfo Kutim/Zi).












