MEDIAKATA.COM, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husaini menaruh perhatian serius terhadap efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang akan berlangsung hingga tahun 2026 mendatang.
Hal ini diungkapkannya usai mengikuti Rapat Paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) beberapa waktu lalu di Sekretariat DPRD Kota Samarinda.
“Karena pemangkasan ini instruksi dari pemerintah pusat maka kita mesti menjalankan saja, dan saya kira ini mendjadi langkah baik dan terarah” ungkapnya.
“Namun, pelaksanaan kebijakan harus dibarengi perencanaan yang matang sehingga anggaran yang ada bisa terserap sesuai kepentingan masyarakat,” sambungnya.
Ia mengatakan, setelah dilakukan penyesuaian anggaran tentu akan berdampak pada kemapuan fiskal daerah dalam menyokong beberapa program yang tengah berjalan saat ini.
Karena itu, pentingnya menekankan dan perlunya penataan perencanaan program guna menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda yang lebih efektif nantinya.
Terutama yang bersifat mandatory atau belanja wajib seperti belanja pegawai, kesehatan hingga pendidikan. Kemudian, program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat hingga pembangunan yang dinilai mendesak.
“Meski dalam pelaksanaannya perlu menunggu ketentuan teknisnya, mana yang harus dipangkas dan mana yang harus dipertahankan sehingga penggunaan anggaran tersebut lebih tepat sasaran” tegasnya.
Selain itu, ia juga menaruh harapan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda sebagai salah satu penopang di tengah efisiensi yang berlangsung saat ini. Pasalnya, pada periode tahun 2024, Kota Samarinda mengantongi sekitar Rp973 miliar. Lalu pada tahun 2025 kembali naik hingga Rp1 triliun, hingga pemasukan tersebut diyakini akan terus naik pada 2026 mendatang dengan target Rp1,2 hingga 1,5 triliun.
“PAD kita setiap tahun meningkat dan ini sngat bagus. Sebelumnya ratusan miliar tapi kini tembus hingga triliun. Cuma pemasukan daerah jangan sampai membebani masyarakat,” tandasnya.
(Adv/smd/Ys)*













