Sebut Stok Hewan Kurban Tercukupi, DPKH Kaltim Siapkan SDM Untuk Pemotong Handal

Teks foto : Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, persiapan stok hewan kurban terus dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim). Tak hanya berfokus pada persediaan sapi dan kambing, pendampingan serta memfasilitasi para Juru Sembelih Halal (Juleha).

Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, merupakan momentum umat Islam untuk menyembelih hewan kurban, seperti sapi, kambing, atau domba. Sebagai salah satu hari besar dalam islam, tentu berbagi daging hewan kurban ini adalah anjuran bagi mereka yang mampu untuk berbagi dengan sesamanya.

Dalam kalender Hijriah, Hari Raya Idul Adha selalu diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan, untuk tanggal peringatannya jatuh di bulan Juni 2024, dan diprediksi bertepatan pada tanggal 17 nantinya.

Menanggapi perayaan besar itu, persiapan menyediakan stok hewan kurban pun menjadi fokus utama memeriahkannya. Pasalnya, sapi dan kambing telah menjadi ikonik memeriahkannya.

Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan mengungkapkan, persiapan serta penyediaan stok hewan kurban telah dikoordinasikan dengan seluruh Kabupaten dan Kota. Sebab, untuk memastikan ketersediaannya hewan kurban, perlu data yang diambil dari wilayah yang akan menyelenggarakan.

“Kami sudah ada data terkait dengan hewan kurban itu. Dan itu kita dapatkan dari teman-teman PIP Kabupaten Kota ya. Jadi memang kita rutin setiap tahun, sebulan menjelang hari raya, jadi ada pemantau informasi pasar di masing-masing kabupaten kota secara total,” ungkapnya Fahmi saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (28/5/2024) Sore.

Fahmi menuturkan, bahwa pada tahun 2023, kebutuhan sapi di Kaltim mencapai telah 11.194 ekor. Sedangkan, pada tahun 2024 diindikasi akan naik sebanyak 2,5 persen menjadi 11.445 ekor. Dan pada tahun 2024 ketersediaan sapi lokal mencapai 12.543 ekor.

Baca Juga :  Waspada, Kasus Malaria Di Kaltim Meningkat

Sementara untuk kambing, pada tahun 2023, kebutuhannya berada di angka 5.925 ekor. Pun juga akan terjadi peningkatan permintaan dengan kebutuhan mencapai  6.509 ekor. Dan pada 2024 ketersediaannya mencapai 7.760 ekor.

Ia pun menegaskan, bahwa persediaan hewan kurban tahun 2024 telah mencukupi. Hal itu dibuktikan dengan data yang telah diperolehnya.

“Kesimpulannya, bahwa untuk 2024 tanggal 17 nanti, Insyaallah kesediaan untuk hewan kurban kita, sapi maupun  kambing itu memenuhi kebutuhan yang ada di 10 Kabupaten Kota,” ucapnya.

Meskipun pasokan hewan tersebut memenuhi, Fahmi menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pengawasan dan menyesuaikan ketersediaan jika sewaktu-waktu terjadi perubahan yang signifikan.

Menyinggung ketersediaan hewan kurban di Kaltim, Fahmi pun menuturkan ada hal lain yang perlu diprioritaskan. Menurutnya, stok hewan yang baik, namun tanpa pemotongan yang bagus, dan fasilitas yang memadai akan menimbulkan permasalahannya tersendiri.

“Etika dalam pemotongan terhadap kesejahteraan hewan itu juga jadi perhatian. Di agama Islam kan diajarkan juga, menyembelih itu harus menggunakan pisau yang tajam caranya harus benar, tidak boleh itu menimbulkan kesakitan. Itu juga prioritas,” bebernya.

“Ada ketersediaan stok, kesehatan, kesejahteraan hewan dan tata olahnya pun menjadi perhatian. Ada dua kegiatan yang kami lakukan mendekati kurban. Pertama kaitannya penyiapan tenaga Juleha, yang kedua memberikan bantuan masyarakat berupa fasilitas memadai,” tambahnya.

Ia pun menuturkan, bahwa kualitas pengelolaan hewan kurban, saat ini para pemotong dianjurkan untuk memiliki sertifikat kompetensi. Sehingga, dalam pengelolaannya, sebelum maupun sesudah pemotongan, dapat dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

“Nah jadi kita Didik SDM-nya. Bahkan sekarang bukan hanya sekedar teratur tapi mereka harus punya sertifikat kompetensi. Jadi  sekarang harus punya sertifikat kompetensi. Saya pikir ini urusan Dunia Akhirat ya. Makanya kami punya kewajiban memastikan bahwa produk-produk asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat Kaltim itu memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal),” sebutnya.

Baca Juga :  PMII Samarinda Gelar Diskusi Publik

Fahmi berdoa, agar segala kebutuhan dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dapat terpenuhi sesuai kebutuhan. Ia juga berharap, setiap program yang diusungnya, mendapat dukungan serta antusias dari berbagai kalangan. Baik Pemerintah, masyarakat, hingga para akademisi.

Kadis itu menjelaskan, baik sebelum maupun sesudah Hari Raya Kurban, program meningkatkan kualitas SDM tidak akan berhenti. Hanya saja, persiapan para tenaga menjelang hari kurban merupakan persiapan menyongsong kualitas peternakan di Benua Etam.

“Kami punya target, pertama masyarakat peternak di Kaltim harus sejahtera, kedua pemenuhan daging lokal itu harus meningkat. Kalau mereka tidak memiliki daya saing rendah, kita tergerus sama IKN nanti,” pungkasnya.

Penulis: Syahrul MubarokEditor: Topan Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *