Daerah  

Dukungan DPR RI, Sarifah Suraidah Kawal Koperasi Merah Putih Wujudkan Swasembada Pangan

Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah.(Dok)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah, menyuarakan harapan besar bagi Koperasi Merah Putih (KMP).

Koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu harus menjadi motor penggerak baru ekonomi kerakyatan, serta pilar utama penopang ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur ini mengingatkan kontribusi UMKM yang tak main-main.

“UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB dan menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Ini bukan angka kecil. Artinya, kalau kita bicara soal ekonomi rakyat, ya bicara soal UMKM. Dan negara wajib hadir secara konkret,” tegas Sarifah dalam pernyataan resminya di Gedung DPR RI, Kamis (26/7/2025).

Sarifah, yang akrab disapa Bunda Harum, menyoroti berbagai tantangan krusial yang masih membelit UMKM. Yakni, akses pembiayaan terbatas, minimnya literasi digital, rendahnya daya saing produk, serta sulitnya ekspansi pasar.

“Di sinilah Koperasi Merah Putih harus tampil sebagai solusi strategis. Bukan hanya wadah simpan pinjam, tapi jadi ekosistem modern yang mampu memfasilitasi pelaku UMKM secara menyeluruh, dari pembiayaan, pelatihan, hingga pemasaran,” tegasnya.

Koperasi Modern Berbasis Gotong Royong

Srikandi Partai Golkar ini melihat Koperasi Merah Putih perlu menjadi model koperasi profesional dan transparan, didukung sistem digital yang akuntabel. Ia menyambut baik inisiatif Presiden Prabowo yang menekankan peran koperasi menyeimbangkan dominasi ekonomi segelintir pihak.

“Koperasi ini harus mengusung semangat gotong royong dan nasionalisme. Ia harus hadir sebagai kekuatan kolektif yang bisa menyatukan pelaku UMKM dari pelosok desa hingga kota-kota besar, bahkan menjadi mitra strategis perusahaan besar dan lembaga keuangan nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Sarifah menegaskan, Komisi VI DPR RI siap mendukung penuh transformasi KMP melalui pengawasan kebijakan dan alokasi program bersama Kementerian Koperasi.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Menyoroti Pendistribusian BBM Samarinda, Sutomo Jabir : Fuel Card Bagus Untuk Menertibkan

Sinergi multipihak—pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat—dinilai menjadi kunci keberhasilan reformasi ekosistem koperasi dan UMKM ke depan.

“Dalam jangka panjang, koperasi ini harus menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana pemerataan ekonomi dan pembangunan inklusif menjadi pondasi negara maju. UMKM harus menjadi pelaku utama, bukan hanya pelengkap sistem ekonomi,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Bunda Harum menekankan pentingnya semangat “merah putih” dalam mendorong koperasi sebagai instrumen kedaulatan ekonomi bangsa.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar badan usaha, tapi gerakan sosial-ekonomi. Ia harus menjadi jembatan antara potensi rakyat dan arah besar pembangunan nasional. Dengan semangat kebangsaan, kita bangun kemandirian ekonomi dari desa, untuk Indonesia yang berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya.

DR/EDITORIAL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *