Alami Peristiwa Tak Terduga, KPU Samarinda Upayakan Kesehatan Anggota KPPS Segera Pulih Jelang Pemilu 2024

Dok.Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat. (Syahrul/MEDIAKATA)

MEDIAKATA.COM, SAMARINDA – Peristiwa tak terduga yang dialami petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sambutan, akibat keracunan makanan usai pelantikan kini menjadi perhatian utama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda. Pasalnya, kejadian tersebut dinilai dapat menjadi sebuah hambatan pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Berdasarkan informasi terbaru, sebanyak 72 anggota KPPS Sambutan Samarinda di duga mengalami keracunan makanan. Hingga saat ini, 43 dari mereka telah mendapatkan perawatan medis, dengan sekitar 20 orang yang menjalani rawat inap.

Meskipun belum ada laporan resmi tentang penyebab keracunan, KPU menyatakan akan bertanggung jawab atas biaya perawatan medis para anggota KPPS yang terdampak. Pun juga KPU akan tetap fokus pada kesiapan Pemilu 2024 mendatang.

Menurut keterangan Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat, sebanyak 72 anggota KPPS yang terdampak akan menjalani uji laboratorium yang diserahkan kepada pihak berwenang. Hal tersebut merupakan tindaklanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari peristiwa yang dialami anggota KPPS tersebut.

“Sampai hari ini KPU masih belum mendapatkan laporan hasil laboratorium atau penelitian. KPU secara kelembagaan juga menyatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak terkait kepada Kepolisian untuk penelitian dan kami sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji laboratorium,” jelasnya Firman, Selasa (30/1/2024 Siang.

Ia mengungkapkan, secara kelembagaan pihaknya telah merapatkan dan memplenokan apa saja yang akan diupayakan agar tetap mendampingi para anggota KPPS yang memerlukan perawatan.

“Menyangkut soal biaya pengobatan, KPU akan membiayai kebutuhan-kebutuhannya karena KPU harus bertanggung jawab atas KPPS karena mereka sudah menjadi bagian dari KPU Kota Samarinda karena sudah di SKK-an dan dilantik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komitmen Syafruddin Membangun Infrastruktur Moral Melalui Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Ia menuturkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap kesediaan para anggota KPPS untuk tetap bertugas setelah proses perawatan atau memilih untuk mengundurkan diri usai perawatannya.

“Kami akan melakukan klarifikasi terhadap mereka yang mendapat perawatan, apakah masih ingin bergabung atau memilih untuk tidak bergabung. Kenapa? ini perlu dilakukan karena kami masih memerlukan orang untuk melaksanakan Pemilu nanti,” imbuhnya.

“Kalau mereka menyatakan tidak ingin bergabung kami sangat menghormati keputusan itu dan kami akan mencari penggantinya. Tapi kalau mereka ingin bergabung syukur alhamdulillah, tapi harapan kami mereka masih mau bergabung,” tambahnya.

Lanjutnya Firman, jumlah KPPS yang lengkap sangat diperlukan pihaknya sebelum memberikan bimbingan teknis terkait pemungutan dan penghitungan suara di TPS nantinya.

“KPU tetap akan melanjutkan tahapan-tahapan yang sudah semakin dekat. Kami masih harus menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kesiapan Pemilu sembari juga melakukan pemantauan terhadap mereka,” katanya.

Ia membeberkan, pihaknya akan melaksanakan Bimtek susulan setelah menunggu kondisi kesehatan mereka hingga tanggal 1 Februari nanti. Ia berpendapat, jika secara kesehatan masih memungkinkan untuk menjalankan sebagai penyelenggara, maka proses tahapan akan dilanjutkan secara intens menutup keterlambatan tahapan teknis kesiapan anggota KPPS di TPS.

“Apabila klarifikasi selesai dan sudah memenuhi kebutuhan anggota, kami akan mengadakan Bimtek susulan di masing-masing kelurahan, dengan pola pendalaman atas pengetahuan kepemahaman mereka,” bebernya.

Kendati menghadapi tantangan tersebut, ia pun memberikan penekanan terhadap segala jenis konsumsi yang akan diberikan kepada pelaksana Pemilu. Pasalnya, ibarat pedang bermata dua, konsumsi yang layak akan memulihkan tenaga anggota KPPS. Namun, jika sebaliknya hanya akan merugikan berbagai aspek, seperti kesehatan maupun tahapan kesiapan penyelengara Pemilu.

“Harus jadi perhatian, karena nanti dalam proses pemungutan dan penghitungan di TPS itu juga ada konsumsinya, kami meminta dan menyampaikan kepada bagian PPS, tolong penyediaan konsumsi harus lebih berhati-hati dan teliti lagi. Karena untuk KPPS bekerja itu membutuhkan asupan kalori dan gizinya,” tegasnya Firman.

Baca Juga :  Kecamatan Kenohan Bakal Gandeng Sejumlah Pihak Untuk Kembangkan UMKM

Sebagai Ketua KPU Samarinda, ia mengharapkan partisipasi warga Samarinda dalam Pemilu pada 14 Februari 2024 nanti untuk menentukan perkembangan Negara 5 tahun kedepan.

“Harapannya tolong ramaikan TPS nanti. Salurkan hak pilih warga masyarakat samarinda. Kenapa? karena kami sudah menyiapkan setengah mati menyiapkan. Kami Petugas tanpa penghargaan, dengan hadirnya ke TPS jangan sia-siakan hak pilih. Karena ini menentukan perkembangan Indonesia, Kaltim, dan Samarinda 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

[RUL/TSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *